Ketika Remunerasi Memikat Hati Karyawan

Gaji maupun remunerasi masih menjadi alasan utama karyawan untuk berada di perusahaan tertentu. Setiap perusahaan memiliki kebijakan dalam penentuan remunerasi yang khas. Walaupun di sisi lain, kesempatan karir dan pelatihan sebagai bagian dari program talent management masih menjadi isu menarik di bidang sumber daya manusia (SDM).

23 Oktober silam, Telkom punya gawe besar. Tepat di ulang tahunnya ke 153, Telkom melakukan transformasi sebagai identitas baru perusahaan. Transformasi yang dilakukan meliputi transformasi bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi organisasi dan human capital serta transformasi culture.

“Seiring dengan berubahnya gaya hidup masyarakat dan perkembangan teknologi, Telkom beralih dari ‘Separate Providers’ menuju ‘Single Provider’ sehingga ditetapkanlah T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) sebagai portofolio bisnis yang baru,” kata Rinaldi Firmansyah, direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. pertengahan Oktober silam.

Rinaldi pun menetapkan 10 Strategic Initiative yang mengacu pada mempertahankan bisnis tradisionalnya (defense the legacy) yang masih memberikan arus kas positif di satu sisi dan grow the new wave serta strategic objectives yaitu mencapai 60% industri revenue pada tahun 2014 untuk mendukung transformasi Telkom tersebut. Di sisi brand, untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholder-nya ditetapkan pula perubahan portofolio bisnis, positioning, value, tagline dan corporate identity. Dengan corporate identity baru tersebut Telkom menerapkan budaya (culture) baru yakni komitmen, spirit, promise, product and service quality serta service culture yang sama sekali baru.

Tak hanya di sisi pertumbuhan bisnis saja, pengembangan SDM juga menjadi concern Rinaldi yang sudah dua tahun lebih menduduki jabatan sebagai CEO Telkom. Telkom meyakini bahwa karyawan adalah capital terbaik perusahaan yang harus dijaga, apalagi di industri telekomunikasi yang sangat liquid turn overnya. Di industri ini kasus pembajakan ataupun perpindahan karyawan ke perusahaan kompetitor menjadi sesuatu yang sangat biasa. Oleh sebab itu, Telkom memposisikan karyawan sebagai satu capital yang harus dijaga value-nya. “Kalau toh pada akhirnya karyawan tersebut menginginkan untuk resign, capital-nya harus sudah di-deliver ke Telkom,” jelas Faisal Syam, direktur human capital & general affair Telkom. Oleh sebab itu, knowledge manajemen menjadi satu hal yang dibangun sangat serius di Telkom.

Untuk menjaga agar karyawan sebagai capital perusahaan merasa betah, Telkom memberikan berbagai fasilitas bergantung kepada kompetensi, pangkat,  jabatan dan prestasinya. Fasilitas tersebut meliputi gaji, bonus, insentif, tunjangan rekreasi, bantuan perumahan, kendaraan dinas, bantuan pendidikan untuk anak-anak, kesempatan mengikuti pendidikan dan training, karier yang menjanjikan dan sebagainya. Faktor inilah yang membuat Telkom menjadi the most wanted company di mata masyarakat.

Telkom Berhasil Geser Astra

Setelah menduduki peringkat pertama Perusahaan Idaman selama empat tahun berturut-turut, akhirnya PT Astra International Tbk. (Astra) harus merelakan digeser oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom). Tahun ini, Telkom menempati podium teratas diantara 15 Perusahaan Idaman 2009. Apa nilai lebihnya Telkom sehingga bisa menempati posisi wahid? Faisal Syam, direktur human capital & general affair Telkom, perusahaan memiliki program unggulan yaitu Model Talent Retention Telkom yang diantaranya dapat menjamin karir karyawan dapat terus tumbuh hingga mencapai tingkatan yang tertinggi. Talent retention ini terdiri dari dua pilar yaitu career development dan competency development. Career development ini diarahkan untuk promosi dan rotasi ke posisi kunci maupun penugasan khusus. Nantinya, melalui career development ini akan menciptakan para pakar/ahli untuk mengeksekusi pekerjaan di lapangan yang sifatnya teknis. Sementara competency development lebih diarahkan untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin Telkom di masa depan. Melalui competency development bertujuan untuk menyediakan orang yang mampu membangun good plan untuk mencapai pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Telkom juga memiliki Learning Centre khusus untuk meningkatkan kompetensi dan membangun integritas karyawannya. Adanya learning center ini membedakan Telkom dengan perusahaan telekomunikasi lainnya dimana fungsinya agar karyawan menguasai teknologi komunikasi yang berkembang semakin pesat. Learning Centre ini berada di lokasi khusus, semacam kampus yang memiliki fasilitas, tenaga pengajar dan modul-modul bersertifikasi yang memiliki kualifikasi internasional. Bahkan sejak tahun 2008, learning centre telah digunakan bersama untuk mengakomodasi program bersama Telkom Group.

Sedangkan untuk membangun karyawan dari aspek personal quality-nya, Telkom telah memiliki HR Assessment Service (HRAS). Bahkan HRAS telah dijadikan rujukan oleh beberapa perusahaan swasta, pemerintah dan BUMN/BUMD untuk menentukan kualifikasi SDM-nya. Kualifikasi yang diterapkan oleh Telkom diantaranya perguruan tinggi, stream pendidikan, indeks prestasi kumulatif, usia, pengalaman kerja dan organisasi, kualitas kesehatan, integritas serta lolos test akademik, psikologi dan test kesehatan menjadi persyaratan yang harus dipenuhi oleh para kandidat. Pola rekruitmen dilakukan secara temporer sesuai dengan kebutuhan perusahaan, yang secara makro telah diatur dalam Corporate Strategic Scenario Telkom dan secara mikro telah diterjemahkan dalam Master Plan Direktorat Human Capital dan General Affairs. ”Dengan strategi ini, maka recruit dan kompetensi karyawan yang diterima menjadi sangat inline dengan strategi bisnis perusahaan yaitu mencapai 60 % industry revenue pada tahun 2014,” jelas Faisal.

Tak hanya disisi pengembangan karir yang terbuka luas. Sistem remunerasi yang diterapkan di Telkom memiliki tiga kriteria. Diantaranya, didasarkan pada Person yang meliputi pendidikan, masa kerja, hot skill incentive; Position yang meliputi tunjangan posisi, klas posisi; dan Performance meliputi reward, bonus, incentive. Tak cukup disitu, Telkom juga royal terhadap karyawan yang berprestasi dengan memberikan reward khusus, baik berupa bonus ataupun kenaikan jenjang kepangkatan. Ada enam contoh reward di Telkom yaitu Suspim Reward, Innovation Reward, Best Manager Reward, Best Staff Reward, Religion Reward (haji, umrah, ziarah), dan Best Customer Service Unit Reward. Begitu juga sebaliknya, bagi karyawan yang kurang berprestasi ataupun secara sadar melakukan kesalahan ada punishment, yang berupa rotasi, penurunan atau penangguhan pangkat dan yang paling berat pemutusan hubungan kerja. “Berdasarkan survei Mercer di keseluruhan industri telekomunikasi di Indonesia, seluruh jenjang karyawan di Telkom telah memiliki benefit yang relatif lebih tinggi dibanding market, tidak terkecuali bagi para fresh graduate,” ujar Faisal.

Tak heran bila sebanyak Telkom menduduki peringkat puncak sebagai perusahaan yang paling diidamkan sebagai tempat kerja. Dari hasil survey Warta Ekonomi tentang Perusahaan Idaman 2009 terhadap 986 responden, Telkom menduduki peringkat satu dengan alasan dominan adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan standar gaji yang lebih tinggi di bandingkan perusahaan lainnya.

Hal ini dibenarkan oleh Lilis Halim, managing consultant PT Watson Wyatt Indonesia yang menyatakan bahwa berdasarkan hasil riset yang diadakan oleh Watson Wyatt  sebanyak 41% menyatakan bahwa alasan kepindahan karyawan ke perusahaan lain adalah karena standar gaji yang diberikan lebih tinggi dibanding perusahaan lainnya. Namun, mengenai besaran standar gaji termasuk tunjangan dan fasilitas yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lainnya, Lilis menyatakan hal yang berbeda. “Hal ini bisa jadi karena image Telkom sangat popular di mata masyarakat. Telkom sebagai perusahaan yang sudah sangat mapan dan besar, sudah sepantasnya bila masyarakat berekspektasi bahwa Telkom mampu memberikan remunerasi yang besar. Walaupun besarannya belum tentu yang tertinggi dibanding perusahaan lainnya,” kata Lilis. Lilis juga menambahkan bahwa faktor tingkat stress, career development, incentive pay opportunity dan work and life balance juga menjadi perhatian utama karyawan memilih sebuah perusahaan sebagai tempat kerja.

Sementara Bernadette R. Themas, country general manager BTI Consultant Indonesia menyatakan hal berbeda. “Saya rasa Telkom memiliki paket remunerasi yang cukup unik,” kata Bernadette. Selain, remunerasi yang fixed, Telkom juga menerapkan remunerasi berdasarkan employment performance. Menurut Bernadette perusahaan cenderung memberlakukan 60% fix pay (gaji pokok) dan 40% variable pay (berupa bonus, insentif dan tunjangan berdasarkan kinerja). “Besaran perbandingannya tergantung pada perusahaan dan kinerja perusahaan itu sendiri. Namun, mayoritas  di Indonesia berlaku 60:40, atau 50:50,” imbuh Bernadette. Bahkan ujar Bernadette, untuk perusahaan telekomunikasi seperti Telkom, Telkomsel mampu memberikan 20 kali gaji sebagai bonus.

Selain itu, image Telkom sebagai perusahaan besar di Indonesia juga masih menjadi pertimbangan utama mengapa Telkom menjadi perusahaan idaman responden. Sayangnya, Warta Ekonomi tak berhasil mendapatkan perhitungan gaji dari masing-masing perusahaan.

Talent Management Masih Menjadi Tantangan

Menghadapi kompetisi yang kian berat, pada akhirnya menjadi tugas bersama perusahaan dan karyawan didalamnya untuk berlomba memenangkan persaingan. Antara perusahaan dan karyawan harus terjalin sinergi yang harmonis demi kemajuan perusahaan. Oleh sebab itu, investasi untuk pengembangan sumber daya manusia (human resources development) harus menjadi perhatian utama.

Program pengembangan SDM tak hanya menerapkan program performance management atau pemberian remunerasi dan insentif berdasarkan kinerja tetapi juga menerapkan jaminan karir karyawan dapat terus tumbuh hingga mencapai tingkatan yang tertinggi (Career Development maupun competency development) melalui talent pool atau talent management. Menurut Lilis Halim, managing consultant PT Watson Wyatt Indonesia, talent management masih menjadi tantangan utama bagi perusahaan di tahun-tahun mendatang. “Talent management ini tentunya harus disesuaikan dengan arah dan visi perusahaan,” ujar Lilis.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bernadette R. Themas, country general manager BTI Consultant Indonesia, sebuah perusahaan konsultan leadership dan executive search. “Bagaimanapun, talent management masih menjadi tantangan berat bagi perusahaan agar terus menghasilkan kinerja yang positif,” ujar Bernadette. Talent management ini menggunakan tools yang berupa pelatihan bagi karyawan. Contohnya Telkom yang menyediakan fasilitas Learning Center khusus untuk meningkatkan kompetensi dan membangun integritas karyawannya.

Atau seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang memberikan training berbasis kompetensi untuk mendukung setiap segmen bisnis yang dimasuki termasuk aspek pendukungnya. “Semua program pelatihan didesain guna mendukung pengembangan bisnis dan akselerasi corporate culture dan terkelompokkan pada beberapa akademi sesuai segmen bisnis, antara lain micro banking academy, treasury and international academy, dan lain-lain,” kata Bambang Setiawan, direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pegawai juga diikutsertakan pada program-program pelatihan publik guna meningkatkan kompetensi dan leadership-nya, baik yang diselenggarakan di dalam maupun luar negeri, termasuk mengikutsertakan jajaran pegawai pimpinan ke training eksekutif antara lain di Harvard, Wharton, London Business School, Insead, dan lainnya. Sumber daya manusia yang maju, sejalan dengan tujuan perusahaan yaitu kinerja yang terus positif dari tahun ke tahun.

Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Warta Ekonomi Edisi 24/Tahun XXI/30-13 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s