Nama ‘Tony Jack’ Dipilih Bambang Rachmadi Lantaran Jual Produk Barat

Bambang Rachmadi mengembangkan bisnis makanan cepat saji bernama ‘Tony Jack’ setelah melepas kepemilikan di Mc Donald Indonesia. Nama ini diambil dari nama panggilan dia dan ditambah nama dari asing lantaran makanan yang disajikan berasal dari luar negeri.

“Ada nama Tony Bee karena panggilan saya Tony, nickname saya Tony. Namun yang jelas tidak ada nama Jack. Pokoknya saya bilang, namanya harus nama barat, tidak boleh nama lokal karena kita kan jualan makanan barat, “ kata Bambang Rachmadi, founder Tony Jacks kepada Evi Ratnasari dan penulis pada beberapa waktu lalu. Berikut petikannya.

Bagaimana kisah perseteruan Anda dengan McDonald sebenarnya hingga memanas seperti saat ini?

Kita bicara fakta saja. Dari awal berdiri joint venture sampai sekarang, McD itu joint venture-nya rugi sampai US$130juta. Sementara menurut perhitungan kita, McD itu sudah mengantongi kira-kira sekitar US$150juta dari Indonesia (dari) royalty, franchise fee, penjualan yang lain. Lalu hutangnya US$150juta.

Saya sebagai pemegang saham partner di sini karena pemegang saham hanya ada dua, McD dan saya. Sepeserpun, saya ulangi sekali lagi ya, sepeserpun saya tidak mendapatkan deviden, tidak pernah.

Kalau sekarang saya bekerjasama dengan Anda untuk membuat perusahaan, Anda setor modal, saya benar-benar setor modal sama dia. Lalu begitu dibikin rugi, saya tidak menerima sepeserpun, kan marah dong. Dari situlah awalnya. Namun, saat itu saya masih terima karena saya pikir nantinya saya akan bisa dapat membeli McD ini dan saya yakin saya bisa kembangkan dan saya bisa membuat untung.

Saya ingat, saya baca bukunya, dan saya tahu caranya. Dulu Leacocca itu jamannya Chrysler. Chrysler sudah bangkut, tetapi ketika ia jadi CEO lalu  dia turn around, sukses lagi. Meskipun sekarang bangkrut juga, tetapi itu lain situasi.

Sejak kapan sebenarnya kerugian itu mulai terjadi mengingat milestone 18 tahun yang Anda rintis di McD?

Kerugian itu terutama oleh karena disengaja oleh manajemen McD.

Namun, bukankah Anda saat itu menjabat sebagai presdir di McD?

Betul, saya waktu itu presdir, tetapi waktu itu ada presdir, anggaran dasarnya dibuat oleh McD. Ada presdir dan ada wakil presdir. Presdir dari pihak saya, wakil presdir dari pihak mereka. Presdir dan wakil presdir ini wewenangnya sama.

Jadi saya bilang, kalau begini ini berarti ada dua kapten di satu kapal. Saya tidak mau. Lalu saya bilang ke McD waktu itu, kalau kamu memang mau ini, saya keluar dari perusahaan ini. Saya jadi komisaris saja.

Namun mereka bilang tidak, kamu figure head, lalu kita manage sama-sama. Tidak bisa saya bilang, mana bisa perusahaan manage sama-sama. Harus ada satu yang akuntabel. Lalu akhirnya saya mundur dan saya sebagai figure head saja. Lalu yang berperan dalam perusahaan ini adalah orang McD waktu itu jadi yang tanggung jawab dia bukan saya.

Apa sebenarnya alasan ‘kesengajaan McD’ seperti yang Anda maksudkan  tadi?

Banyak perusahaan, banyak restoran dari 100 restoran itu. Kurang lebih 40 itu sebetulnya harusnya ditutup karena rugi. Ruginya itu rugi sudah parah, tetapi oleh mereka tidak ditutup. Mengapa? Karena omsetnya jadi turun. Kalau omsetnya turun kan royaltinya berkurang.

Apa penyebab kerugiannya?

Penyebab kerugiannya karena salah lokasi. Misalnya, seperti kalau d isini kan lokasinya bagus. Kalau ditaruh di Ciputat kan lain dong? Tidak ada yang beli.

Ada dua McD yang beroperasi oleh Ramako dan McD sendiri. Bagaimana kinerja keduanya?

Bagusan punya kita.

Alasannya?

Ya, kalau punya kita sih karena saya kan benar-benar pengusaha ya? Kalau misalnya saya ada perusahaan yang rugi ya saya tutup, untuk apa dibuka? Karena kalau itu terus-terusan dibuka itu bisa menyedot, bisa menarik yang lain. Akhirnya semuanya merugi karena semuanya harus disusui.

Bagaimana kondisi yang Ramako, untung atau rugi?

Untung

Nilainya per tahun?

Tidak perlu disebutlah yang jelas untunglah.

Bagaimana Sosro bisa masuk dalam bisnis McD?

Tidak tahu

Selain bisnis makanan, apakah ada rencana ekspansi bisnis lain?

Tidak ada, sementara ini saja dulu. Saya senang sekali dengan bisnis ini karena ini adalah bisnis human resources. Di sini kita bisa melihat anak-anak yang ketika  baru masuk tidak mengerti apa-apa. Lulusan S1 tidak mengerti apa-apa. Lalu kita didik mereka selama sembilan bulan.

Begitu lulus sembilan bulan, dia menjadi store manajer, maka keahliannya lebih jago daripada pengusaha yang sudah bertahun-tahun menggeluti bidang itu, tetapi tidak pernah sekolah. Inilah pentingnya training, learning, dan development.

Adakah rencana penambahan gerai per akhir tahun ini?

Tahun ini kita mungkin belum nambah. Tahun  depan mungkin tambah lima, lalu nambah tujuh (dan) 10. Dulu saya dalam waktu empat tahun, bisa 25 restaurant karena kita bisa berkembang kalau base restaurant-nya sudah banyak. Seperti misalnya kalau restaurannya sudah 50 maka itu naiknya cepat.

Namun, PT Ramako Gerbang Mas ini sudah mencapai suatu economic of scale, critical mass-nya sudah tercapai. Artinya, dia sudah ekonomi karena volumenya besar-besar. Jumlah 13 restaurant ini adalah yang terbesar volumenya di seluruh McD system di seluruh Indonesia.

Apakah Anda tidak tertarik berkiprah di bisnis lain selain bisnis makanan?

Bisnis itu kan harus ditekuni ya? Kalau bisnis ini ditekuni itu bisa bagus. Apalag kalau kita sudah menemukan slug-nya ya sudah enak karena bisnis ini bisa berkembang cepat, futurenya sangat terbuka luas, barrier of entry boleh dibilang tidak ada. Artinya kita mau membuat 1.000 restaurant lagi tidak ada yang melarang. Tidak seperti bank, money changer, apotek yang harus ada ketentuannya. Ini benar-benar bisnis yang tidak mengandalkan KKN. Bisnis ini tidak bisa minta tolong orang agar customer beli di sini.  Jadi, ini benar-benar bisnis retail. Retail itu berartim kekuatan konsumen.

Berapa komposisi saham dengan Suryo B Sulisto?

Masih rahasia.

Berapa besar investasi awal usaha baru ini?

Saya kira investasi awal tidak terlalu besar karena kitas udah ada semua. Berbeda dengan kalau kita membuat sendiri. Kita hanya bilang kalau involve bahwa kita mau merubah dari McD ke Tony Jack Indonesia.

Mereka juga sudah dengar oh begitu ya Pak solusinya. Kita dukung dan support. Boleh Pak dirubah ke Tony Jack  Boleh kata saya. Ini restaurant hamburger Idonesia yang pertama. Bahkan, landmark kita kan cukup sophisticated. Kalau di luar negeri kan ada Jolli bee, kita di sini tidak ada. Yam akan seperti itu juga.

Kira-kira alasan apa yang menyebabkan Anda menghilang sejak mencuatnya polemik dengan McD?

Kan sekarang muncul sendiri. Ini sekarang momentumnya

Pertimbangannya?

Pertimbangannya, kalau misalnya tidak diputus dengan McD, ya kita sekarang harus keluar dan fight. Ok, kalau begini berarti mereka memang  tidak bisa dipercaya. Mereka bilang pada saya Bambang ini kita kasih ke Sosro, tetapi yang 13 Anda bisa operate sampai selesai.

Ok, jadi saya ada waktu kan? Anak-anak ini mau bagaimana, persiapannya cukup panjang, kita akan apakan lokasi-lokasi ini. Namun, tiba-tiba mendadak. Saya hanya diberi waktu dari 11 Agustus sampai 15 September saya harus tutup.

Ini artinya cuma 1 bulan 1 minggu harus ditutup. Kalau ditutup saya tidak takut karena saya yakin kalau organisasi itu kan terdiri dari orang-orang kan. Ibaratnya switch, kalau tadinya switch itu kiri sekarang ke kanan, itu saja.

Namun bukankah untuk penetrasi pasar semacam itu berisiko mengingat Tony Jack adalah brand baru dan restoran sejenis juga sudah banyak. Belum lagi kompetitor lain dengan bisnis marketing yang terus berubah. Bagaimana srategi Anda agar dapat memenangkan kompetisi?

Dalam bisnis marketing kita selalu ada rasa was-was dalam memulai sesuatu, misalnya waktu saya baru memulai McD. Dulu banyak orang bertanya, memangnya orang mau makan hamburger? Kita kan biasanya makan ayam saja paling top. Apalagi dulu sudah ada Burger King, tetapi waktu itu ia tidak begitu top sehingga akhirnya tutup kan?

Orang mengapa datang ke restaurant? Karena rasanya enak. Kalau rasanya sudah enak biarpun restaurant Anda ada di pinggir laut atau harga satu mangkuk Rp10juta, orang tetap beli. Jadi untuk bisnis restaurant, kita harus fokus saja agar rasanya tetap enak.

Setelah itu baru yang kain-lain, seperti lokasinya harus strategis, harganya juga harus murah tergantung jenisnya. Kalau jenis makanan seperti ini kita tidak bisa, maaf-maaf. Namun kalau misal frenchfood, seatdown dinner, itu untungnya juga besar per transaksi.

Target BEP sendiri dengan  usaha baru ini?

Saya sih mengharapkan bulan ini sudah profit. Selain lokasi, orang-orangnya sendiri kan sudah terlatih, berpengalaman at least 10-15 tahun.

Bagaimana asal-muasal nama Tony Jack?

Waktu itu kita kumpul antara saya, graphic designer saya, Iwan dan Didit. Saya bilang sama Iwan kalau kita akan tutup tanggal 15 September. Kita sudah berhubungan dengan beberapa franchise luar negeri, tetapi kita harus punya option plan B. Oleh karena itu kita harus memikirkan nama yang tepat nanti.

Kalau kita mengambil franchise dari luar negeri, sama juga. Mereka datang ke sini juga tidak mengerti. Sama ketika McD datang untuk pertama kalinya.  Saya yang menuntun, ini supplier daging, ini kontraktor. Sekarang setelah mereka sudah pintar, saya direndang. Sekarng kan tidak mungkin.

Seminggu kemudian, Iwan datang memiliki beberapa nama, Sama halnya dengan Didit. Ada nama Tony Bee karena panggilan saya Tony, nickname saya Tony. Namun yang jelas tidak ada nama Jack. Pokoknya saya bilang, namanya harus nama barat, tidak boleh nama lokal karena kita kan jualan makanan barat.

Lalu saya bilang sepeti ini, kita harus memilih tema. Yang penting tema itu harus bisa diterima anak-anak. Kids market itu salah satu kekuatan kita. Kita ini raja daripada kids market.

Satu restaurant seperti Sarinah atau Surabaya, satu bulan birthday party-nya bisa 300. Acara keluarga di Indonesia itu tidak pernah kecil-kecilan.

Berbeda dengan luar negeri, kalau ulang tahun anak itu paling yang datang 20. Disini 50 paling sedikit, 60, 100, 200. Pernah satu restaurant ini ditutup   hanya untuk ulang tahun saking banyaknya tamu. Jadi pirate saja deh, pakai tutup mata satu. Kalau pirate itu kan jack maka jadilah Tony Jack.

Ke depan apa yang Anda akan lakukan pada McD terkait polemik ini?

Kita kan negara hukum jadi kita akan menempuh jalur hukum dan itu sedang berjalan melalui arbitrase, melalui pengadilan. Salahsatu nanti akan diputuskan kita akan memakai arbitarase atau pengadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s