Prediksi Industri Asuransi 2010: Produk Unit Linked Kembali Bersinar

Suku bunga deposito yang menurun tak lagi menarik sebagai instrument investasi bagi masyarakat. Produk unit linked malah diprediksi menjadi alternative investasi yang jauh lebih menjanjikan daripada deposito.


Tahun 2010 akhirnya tiba juga. Para pelaku ekonomi kini sedikit bisa bernafas lega. Bagaimana tidak? Setelah dua tahun belakangan diombang-ambing akibat krisis ekonomi global, dan berefek pada kinerja perusahaan. Nah ketika, beberapa industri sempat terpuruk akibat krisis, industri asuransi justru diuntungkan dengan adanya krisis. Pasalnya, masyarakat membutuhkan proteksi yang didapatkan dari asuransi.

Maikel Sajangbati, founder Certified Wealth Managers Association (CWMA) mengungkapkan dengan target pertumbuhan GDP 5,5% akan menciptakan peluangekspansi bisnis di semua sektor termasuk di industri asuransi. “Secara umum industry asuransi akan tumbuh 20%, dengan pertumbuhan asuransi jiwa sebesar 25-30%,” jelas Maikel. Dengan situasi perekonomian nasional yang makin membaik, daya beli masyarakat kian tinggi maka kesadaran untuk berasuransi kian tinggi dan asuransi umum pun akan bertumbuh.

Kondisi perekonomian yang sudah mulai stabil juga disebut oleh Evelina J. Pietruschka, ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong pendapatan premi asuransi jiwa bertumbuh hingga 30% di tahun 2010. “Seiring dengan perbaikan di sektor perekonomian dan pasar modal itu memberikan gambaran yang positif untuk pertumbuhan asuransi jiwa tahun depan,” ujar Evelina seperti dilansir dalam media online nasional.

Jens Reisch, presiden direktur Allianz Life Indonesia ini pun optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnisnya. “Untuk pasar asuransi jiwa akan bertumbuh 10 hingga 20%. Sementara di Allianz Life akan bertumbuh 20% bahkan lebih,” kata Jens. Jens pun optimis akan meraih pendapatan premi sebesar Rp3,6 triliun di tahun 2010. Produk unit linked disebut akan menjadi motor penggerak tumbuhnya industri asuransi. Bila tahun lalu terjadi kecenderungan produk unit linked yang meredup dibandingkan produk konvensional, maka tahun ini kebalikannya. “Unit linked akan menjadi motor penggerak,” tambah Jens. Bahkan Allianz Life Indonesia berani mematok komposisi 95% didominasi oleh produk unit linked dan sisanya dari produk tradisional.

Sejalan dengan pernyataan Jens, Maikel pun menyebut unit linked bisa bertumbuh hingga 60%. Menurutnya ada beberapa faktor yang mebuat unit linked ini kembali bergairah. Turunnya suku bunga deposito membuat masyarakat tak lagi tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk deposito. “Saat ini trennya masyarakat makin suka terhadap sesuatu yang sifatnya transparan ditambah dengan situasi pasar modal yang mulai bergairah. Sementara, produk unit linked itu kan investasinya kan disesuaikan dengan individunya,” jelas Maikel. Unit linked bisa memberikan return yang lebih baik dibanding suku bunga deposito saat ini. Faktor inilah yang menyebabkan produk unit linked kembali digandrungi oleh masyarakat.

Sementara itu, untuk asuransi umum Jens Reisch menyatakan Allianz Utama menargetkan pertumbuhan di tahun 2010 sebesar 15% atau membukukan pendapatan premi di atas Rp1 triliun. “Tantangan untuk asuransi umum adalah menaikkan rasio klaim dan klaim manajemen, utamanya adalah bagaimana mengelola manajemen resiko,” kata Jens. Sedangkan Kornellius Simanjuntak, ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia dalam sebuah media online nasional menyatakan pendapatan premi industri asuransi diproyeksikan mencapai Rp44,01 triliun atau meningkat sekitar 20% di tahun 2010. Marthapuri Dwi Utari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s