Era Facebooknomics: Low Budget Hi Impact

J.CO Donuts & Coffee, Indonesia : J.CO Midnight Sale buy 2 J.POPS GET 3 J.POPS dan pay 1 FOR 3 setiap pembelian minuman iced reguler dapat 2 donat * syarat dan ketentuan berlaku. Jadwal Midnight Sale 19 Desember 2009 Pluit Mega Mall, Mall Artha Gading, Plaza Semanggi, Pejaten Village, Margo City, Cibubur Junction, Bandung Indah Plaza, Istana Plaza, dan Eka Lokasari”

Begitulah dua penggal kalimat yang terpampang di wall Facebook J.CO Donuts & Coffee Indonesia. Kalimat itu hanyalah salah satu diantara berbagai penawaran maupun program promosi J.CO lainnya. Pemasangan status ini tak lain untuk memancing berbagai komentar dan reaksi dari fans maupun teman. Pembukaan outlet baru, program promosi kartu kredit, kontes foto, program CSR yang dilakukan oleh J.CO Indonesia ter-up date dengan lengkap di dinding ‘muka buku’ perusahaan food & beverage terkemuka di Indonesia ini.

J.CO Donuts & Coffe Indonesia adalah salah satu dari puluhan perusahaan yang memanfaatkan social network sebagai personal image dan product branding. Selain J.CO, berderet perusahaan dari berbagai bidang juga memiliki akun di Facebook dengan berbagai kepentingannya. Domino’s Pizza Indonesia, Indosat FansBerry, Yaris GroovyNations, Advan – Be in Advance adalah sederet brand produk yang bisa ditemukan di Facebook.

Media Promosi dan Pembentuk Komunitas

Tahun ini memang bisa disebut tahunnya Facebook. Masyarakat Indonesia bahkan dunia diguncang demam Facebook. Banyak orang yang memetik manfaat atau menangkap peluang dari adanya Facebook ini untuk menunjang keberhasilan bisnisnya. Beberapa korporasi terbukti memanfaatkan Facebook sebagai media promosi. Tiga diantaranya brand diatas juga memanfaatkan kekuatan Facebook untuk promosi.

Hanya saja, memang dibutuhkan pengelolaan yang profesional demi citra brand yang telah dibangun. Beragam fitur dan aplikasi yang ada dalam Facebook tentunya bisa dimaksimalkan manfaatnya. Dan sebagian besar korporasi mempergunakan Facebook untuk membangun brand awareness. Selain itu, Facebook sebagai user engagement (keterlibatan anggota) terhadap aktivitas brand.

Beragamnya fitur dan aplikasi yang ada di Facebook sudah selayaknya dipergunakan semaksimal mungkin. Tak hanya untuk sebagai situs jejaring sosial saja, dimana user bisa menemukan teman lama, saling sapa, bertukar video, foto dan tulisan (notes) saja. Adanya fitur Facebook Group dimana user bisa bergabung membentuk group dengan kesamaan minat dan berdiskusi tentang suatu topik dengan interaktif. Melalui Facebook Group ini bisa mendorong terbangunnya sebuah komunitas seputar brand ataupun perusahaan tertentu.

Salah satunya korporasi dan brand yang memanfaatkan fitur Facebook Group adalah Indosat FansBerry. Group Indosat FansBerry ini berisikan komunitas penggemar Indosat BlackBerry di seluruh Indonesia. Indosat sangat memanfaatkan fitur Facebook Group ini untuk kegiatan pemasaran dengan mengadakan berbagai kompetisi berhadiah secara rutin. Awal tahun 2009 silam, Indosat pernah mengadakan kompetisi mencari sebanyak mungkin teman di Facebook. Program ini pernah menuai kontroversi karena dianggap ‘mengganggu’ bagi anggota Facebook yang selektif dalam memilih teman dan akhirnya program ini ditutup pada bulan Mei 2009. Kini, program kompetisi berganti menjadi How Bad Do You Want BlackBerry®? Program kompetisi ini berupa kontes foto gaya yang berhadiah BlackBerry Javelin yang sudah melewati tiga periode. Hingga saat ini, Indosat FansBerry telah memiliki 30.300 anggota.

Advan, salah satu produsen notebook dan deskbook yang berdiri di Indonesia sejak tahun 2007 silam juga memanfaatkan Facebook sebagai media promosi maupun media diskusi tentang produk-produk keluarannya. Produk dengan user name Advan – Be in Advance ini juga memanfaatkan fitur Facebook Group. Di halaman ini, menjadi ajang kumpul pengguna notebook Advan dan berisi kliping maupun kumpulan berita tentang Advan. Foto produk Advan dan berbagai event expo yang akan diikuti oleh Advan juga dengan mudah diakses oleh anggotanya.

Ada pula, fitur Facebook Page (Public Profile) yang bisa digunakan oleh sebuah brand untuk membentuk komunitas atau mempromosikan produk terbaru atau menjadi katalog on line. Bagi beberapa brand ataupun korporasi akan memanfaatkan fitur Facebook Page (Public Profile). Fitur yang diluncurkan pada November 2007 ini merupakan jawaban bagi para pebisnis untuk menghadirkan brand-nya dalam Facebook. Melalui Facebook Page ini user tidak dihadapkan pada limitasi baik dari sisi user (anggota) maupun aplikasi. Facebook Profile biasanya hanya memuat 5.000 teman saja, sementara dengan menggunakan Facebook Page jumlah teman menjadi tak terbatas.

J.CO Donuts & Coffee Indonesia, brand asli Indonesia ini juga eksis di jalur Facebook melalui Facebook Page (Public Profile). J.CO yang bergabung dengan Facebook sejak Juli 2008 silam ini berhasil merangkul 46 ribu orang fans. Belum lagi untuk J.CO di Singapura yang berhasil mengumpulkan 104 ribu orang fans. Melalui Fan Page ini, para J.CO-Lovers dimanjakan dengan berbagai informasi seputar J.CO. Mulai dari pembukaan outlet baru, program promosi kartu kredit, penawaran diskon atau berbagai bonus, hingga promosi produk terbaru bisa dinikmati oleh J.CO Lovers yang mengakses J.CO Fan Page. Seperti saat J.CO meluncurkan produk barunya dan di-up date pada status Facebook-nya, ‘Udah cobain rasa donat baru dari J.CO. Cepetan cobain dech Berry Spears dan Blue Berrymore. Nggak bakalan nyesel deh!!!’ pada 2 Desember lalu. Tercatat ada 28 komentar dan 44 tanda like (suka) dari J.CO Lovers yang merespon status ini. Melihat respon J.CO Lovers yang cukup antusias, maka tak heran Facebook menjadi salah satu media pemasaran dan memperkuat brand awareness J.CO.

Domino’s Pizza Indonesia pun tak mau kalah eksis. Waralaba pizza yang berasal dari Michigan, Amerika Serikat ini bergabung dan memanfaatkan Fan Page Facebook sejak Agustus 2009 dan sebanyak 588 orang fans telah bergabung di Page ini. Melalui Facebook ini terjalin komunikasi yang interaktif antara perusahaan dengan konsumen yang menjadi Fan Domino’s Pizza. Domino’s Pizza memang sangat memanfaatkan jejaring sosial sebagai media promosi produknya. Tak hanya via Facebook saja, Domino’s Pizza juga eksis di Twitter.

Air Asia tak mau kalah bersaing di dunia maya. Maskapai penerbangan milik Tony Fernandez ini bahkan menjual tiketnya secara daring via Facebook. Tak jauh beda dengan brand lain yang menyuguhkan kontes, promosi terbaru, even, maupun diskusi di halaman Facebook. Satu hal yang menjadi kekuatan Facebook adalah komunikasi dua arah yang berjalan antara konsumen dengan brand. Dan Air Asia memiliki reputasi yang cukup baik untuk komunikasi interaktifnya. Fan (konsumen) yang berkomentar dan bertanya akan segera di follow up oleh pihak Air Asia. Tak heran bila fans-nya telah mencapai angka di atas seratus ribu orang. Pemanfaatan social media selain cara konvensional ini mengantarkan Air Asia meraih penghargaan Brand of The Year 2009 dari Media’s Agency of the Year (AOY) Awards 2009!.

Sementara itu, Yaris sebagai mobil hatchback andalan PT Toyota Astra Motor setelah Honda Jazz juga memiliki akun Facebook. Namun, akun yang digunakan adalah akun biasa. Menurut Ahmad Rizal, marketing communication (Marcomm) manager PT Toyota Astra Motor (TAM), pembuatan akun Facebook ini awalnya sekedar ‘iseng’ belaka dan belum ada rencana untuk dikerjakan secara serius. Sebelum pembuatan akun Facebook ini, Yaris telah membuat situs portal berita (groovynations.com) di tahun 2008. Sayangnya, portal berita ini tidak sukses, karena pengunjungnya tidak banyak. Dan akhirnya, tim marketing TAM pun berinisiatif membuat akun FB dengan user name Yaris GroovyNations. Ahmad pun mengakui bahwa akun FB ini hanya sebagai ajang kumpul komunitas pecinta Yaris yang didominasi oleh anak muda dan bukan sebagai media promosi atau sebagai sumber pendapatan baru. “Karena karakter produk yang kita jual adalah mobil dengan harga yang tidak murah dan membutuhkan pertimbangan yang cukup banyak, sehingga keberadaan Facebook tak banyak membantu selain media komunitas,” imbuh Ahmad. Saat ini, jumlah teman Yaris GroovyNations telah mencapai lima ribu orang. Dan pihak TAM juga belum berencana untuk memindahkan ke Facebook Page karena membutuhkan resources untuk menghandle akun tersebut. Sementara di sisi lain, Ahmad menilai Facebook belum bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Low Budget High Impact

Fenomena jejaring sosial ini tak bisa dipungkiri lagi di era sekarang. jejaring sosial sebagai media pemasaran dan branding yang interaktif bagi sejumlah perusahaan dan organisasi multinasional. Sebagian besar perusahaan di Indonesia sudah melirik social networking namun memang masih belum dioptimalkan penggunaannya.

Waizly Darwin, deputi editor in chief Marketeers mengatakan bahwa dengan adanya kekuatan social network, connectivity antar pelanggan jadi merupakan kekuatan tersendiri yang ter-unleashed. “Satu pelanggan bisa dengan mudah kenal dan berteman dengan pelanggan yang lain. Kalau sudah demikian, tugas pemasar otomatis menjadi lebih terbantu,” jelas Darwin. Darwin pun optimis bahwa ke depannya akan makin banyak perusahaan lokal yang mengoptimalkan jejaring sosial karena menyadari bahwa social network sudah menjadi bagian dari gaya hidup konsumen baru. FB, Twitter, blog dan lain sebagainya adalah media baru yang digunakan konsumen saat ini. Di sisi lain, para marketers atau perusahaan menyadari bahwa pemanfaatan social network akan memberikan keuntungan yang cukup besar karena menghadirkan pemasaran yang sifatnya low-budget high impact ketimbang media konvensional.

Hal berbeda diungkapkan oleh Donny B.U., managing editor DetikINet yang menyebut bahwa jejaring sosial yang saat ini dipergunakan oleh korporasi sifatnya baru mengenerate trafik dan menarik crowd (crowd community). “Kedepannya, fungsi jejaring sosial harusnya bukan sekedar itu. Tidak hanya menarik crowd, namun juga mereka dapat eksis disana,” imbuh Donny. Jejaring sosial nantinya akan menjadi pasar yang besar. Donny pun memprediksi ke depannya, bukan hal yang mustahil bila Facebook atau jejaring sosial lainnya bisa menjadi kantor representatif (perwakilan) perusahaan.

Kafi Kurnia, managing director Interbrand memiliki pandangan yang berbeda. Bahwa keberadaan Facebook tak lantas menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia. “Yang dilakukan oleh Facebook adalah hanya menciptakan komunitas. Dia akan sangat berbeda dengan website komersial biasanya. Kalau untuk menggantikan portal perusahaan masih memungkinkan, tapi untuk menjadi kekuatan ekonomi baru saya rasa tidak,” kata Kafi menerawang. Facebook menjadi sebuah media pemasaran, promosi, pembentuk komunitas namun lebih dari itu, konten yang menarik masih menjadi kunci agar Facebook bisa menunjang bisnis sebuah brand atau perusahaan. Cukup memanfaatkan semua aplikasi maupun fitur yang tersedia di Facebook dengan biaya sambungan internet yang relative lebih murah dibanding media konvensional, prinsip low budget high impact pun diraih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s