Prediksi Industri Telekomunikasi: Masih Akan Tumbuh di 2010

Komunikasi adalah satu hal yang tidak bisa dihindarkan di era hi-tech seperti saat sekarang ini. Tanpa peduli kondisi krisis maupun tidak, industri telekomunikasi sepertinya masih berpeluang untuk tumbuh agresif.

Tahun 2010 memang penuh optimisme. Melihat resesi global yang perlahan telah pulih, para ekonom yakin bahwa di tahun Macan, berbagai bisnis akan kembali bergairah. Bahkan Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom Danareksa Research Institute memprediksi ekonomi Indonesia akan bertumbuh di level 6%. Industri telekomunikasi pun akan terus bertumbuh. Berdasarkan prediksi sektoral yang dilakukan oleh Danareksa Research Institute menyebutkan industri telko ini akan bertumbuh hingga 36,2% atau akan mencapai 244,2 juta pelanggan seluler. Angka ini meningkat dari tahun 2009 yang sebesar 179,3 juta pelanggan. Sedangkan pengguna telepon fixed line akan mengalami peningkatan hingga 23,4% atau sebesar 31,3 juta pelanggan.

Keadaan perekonomian yang terus menunjukkan perbaikan dan kinerja yang positif membuat belanja masyarakat ikut terdongkrak. Termasuk konsumsi akan kebutuhan telekomunikasi. Menurut riset Lembaga Frost & Sullivan seperti dilansir media cetak nasional memperkirakan di tahun 2009 jumlah pelanggan seluler di Indonesia akan mencapai 183,27 juta nomor, dengan tingkat penetrasi mencapai 76,3%. Dengan asumsi, jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa, maka masih ada 66 juta orang pelanggan yang belum tergarap. Dan ini merupakan potensi bagi operator seluler yang bergerak di nomor utama. Namun, tak demikian bagi Erik Meijer, wakil direktur utama PT Bakrie Telecom Tbk. yang menyebut dengan penetrasi pasar yang sudah mendekati 150 juta nomor aktif dengan populasi sebesar 250 juta, mestinya akan menjadi lebih sulit pertumbuhannya dibandingkan tahun sebelumnya. “Pertumbuhannya tetap akan ada, tetap akan maju industri ini. Tapi mungkin dibanding tahun ini tidak akan ada eksposure-eksposure seperti di tahun 2009 atau pertumbuhannya akan melambat,” kata Erik.

Meski demikian, Erik masih tetap optimis Bakrie Telecom akan bertumbuh 30-40% di tahun 2010. Hal ini tak lain karena masih terbuka lebarnya pasar yang digarap oleh Bakrie adalah segmen menengah bawah yang membutuhkan telekomunikasi. Dan Bakrie pun tetap konsisten dengan trademark-nya yaitu telekomunikasi murah. Erik berani memasang target untuk tahun depan bakal menggaet hingga 14 juta pelanggan dari tahun sebelumnya yang baru mencapai 10,5 juta pelanggan. Bakrie pun siap menggelontorkan belanja modal (CAPEX) sebesar US$200 juta yang akan dipergunakan untuk peningkatan kapasitas jaringan. “Sedang dihitung penambahan BTS. Sekarang kita ada 3500 BTS, tahun depan bisa menambah lebih dari itu. tapi kalau kita proyeksi akan bertumbuh 40%, maka saya kira akan bertambah banyak, pasti bisa ribuan untuk bertambah,” imbuhnya.

Namun demikian, Bambang P.S. Brodjonegoro, direktur Islamic Research and Training Institute – Islamic Development Bank (IDB) optimis bahwa seiring dengna membaiknya pendapatan rata-rata masyarakat dan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%, industri telekomunikasi akan bertumbuh cukup kuat di tahun 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s