Kalau Food Estate Ini Berjalan, Industri Lain Pasti Ikut ‘Bergoyang’

Sejatinya, food estate memang sebuah program penyediaan pangan yang sangat baik bila semua komponen pendukung di dalamnya berjalan sinergis. Mulai dari kesiapan lahan, bibit unggul, pupuk, dan industri terkait di dalamnya seperti sektor transportasi sebagai pendukung distribusi, industri semen dan lainnya.

Bustanul Arifin, pengamat pertanian sekaligus dosen dari Universitas Lampung ini juga tak menyangkal ketika food estate ini telah berjalan, multiplier effect-nya sangat dahsyat baik kepada masyarakat maupun kepada industri lainnya. “Kalau sampai program ini bisa berjalan, sudah pasti yang lain akan ‘bergoyang’ dan hidup. Industri dari hulu ke hilir akan bergerak semua. Karena memang berdasarkan teori ya semuanya memang akan hidup,” jelas Bustanul. Program ini bisa menimbulkan forward and backward effect karena memang semua industri mulai transportasi, distribusi dan lainnya akan hidup dan bergairah. Namun demikian, Bustanul mengingatkan bahwa mimpi-mimpi kesuksesan food estate itu harus lebih down to earth. Tapi, mau tidak mau program ini harus mulai dilaksanakan dan memang menjanjikan. “Buntutnya ya, siapapun yang berhasil melaksanakan program ini akan dikenang selamanya,” tambah penyandang Ph.D dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat ini.

Sementara itu, Nunung Nuryartono, PhD, seorang dosen senior Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor dengan adanya food estate ini jangan melihat dari sisi apply side-nya saja tetapi harus melihat sisi supply side juga. Berbicara tentang produksi tanaman pangan di Merauke berarti harus berbicara tentang pendistribusian hasil produksinya. “Misalnya program food estate itu mau membangun sekian ribu tanaman padi. Sementara konsumsi padi yang terbesar adalah di Jawa, Sumatera. Nah nantinya yang menjadi pertanyaan adalah apakah nantinya harga akan menjadi mahal ketika sampai di Jawa karena biaya distribusinya yang mahal,” kata Nunung. Dengan demikian, prospek untuk meredam harga atau price stability tidak bisa tercapai. Terkecuali apabila hasil produksi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia Timur, harapannya bisa meredam gejolak inflasi dari melonjaknya harga pangan. “Bahkan multiplier effect-nya sebenarnya bisa sampai ke price stability pangan kalau pengelolaannya benar,” imbuh Nunung.

Hermanto Siregar, wakil Rektor Institut Pertanian Bogor memandang food estate ini akan mendatangkan multiplier effect yang luar biasa. Ada tiga multiplier effect, jelas Hermanto yang pertama adalah dari sisi penyerapan tenaga kerja atau employment multiplier. Dengan rencana luas lahan mencapai 1,2 juta hektar berapa besar jumlah tenaga kerja yang terserap dalam program ini. Baik secara langsung, artinya tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksinya. Maupun secara tidak langsung seperti bertumbuhnya fasilitas industri pendukung food estate ini.

Dampak yang kedua adalah peningkatan pendapatan bagi masyarakat atau income multiplier. Food estate yang menjadi penggerak penyerapan tenaga kerja secara otomatis menjadi sumber pendapatan baik bagi investor maupun masyarakat lokal. Pendapatan masyarakat itu menjadi potensi pajak bagi pemerintah. Sudah bisa dipastikan dengan food estate ini penerimaan pajak pemerintah akan meningkat dan efeknya infrastruktur di Indonesia diharapkan semakin membaik.

Yang terakhir, menurut Hermanto adalah multiplier output. Artinya berkaitan dengan hasil produksi pangan dari food estate pada akhirnya bisa membuat Indonesia mandiri secara pangan dan mengurangi ketergantungan impor. “Swasembada pangan ini membantu mengangkat Indonesia dalam pergaulan tata pangan dunia dan di titik tertentu Indonesia justru dapat melakukan ekspor tanaman pangan,” pungkas Hermanto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s