Aku Suka Hujan

Hari ini hujan kembali hadir di dua pertiga hari. Setelah mendung menyelimuti sepanjang hari, akhirnya hujan menunjukkan jejaknya di bumi sore hari. Bau tanah basah yang sayangnya tak bisa aku hirup dari lantai tiga kantosingrainr keparat ini. Bau yang menjadi favoritku selain bau bensin. Aneh! Emang… Bau yang selalu aku nantikan kala hujan mengguyur semesta. Aku lupa persisnya kenapa dan kapan aku menyukai bau tanah basah ini. Seandainya bisa dan memungkinkan serta tak memikirkan kesehatanku sendiri, sudah pasti aku akan berhujan-hujanan di luar sana. Basah seluruh tubuh yang memang disengaja. Bukan karena terpaksa kena hujan dan akhirnya kebasahan. Rindu berhujan-hujanan dan tertawa lepas dibawah air hujan tanpa takut dimarahi mama, tanpa takut kena sakit sesudahnya. If only i can do that… Seandainya bisa memutar waktu dan kembali ke masa kanak-kanak. Menyenangkan! But aniwei, nikmati sajalah hujan yang turun di sore jelang weekend ini. Duduk disamping jendela sambil menyeruput segelas teh hangat sambil memandang hujan. Ah jadi rindu rumah… Sedang apa ya mamaku di sana? Sedang apakah kakak dan ayahku di tengah hujan ini? Ternyata hujan turun membuncah di bumi berefek banyak ya. Ah hujan… Walaupun kadang-kadang aku benci hujan, ternyata di sisi lain aku suka hujan…Jangan berakhir dulu hujanku…

OST : – If U’re Gone (Matchbox 20)

Advertisements

Aku Jatuh [dalam arti harafiah] Hari Ini…

image_medium

Tetep Cool Even Abis Jatoh...Yeiiiiii, cool!!!!!

Hari ini akhirnya hujan turun juga. Deras campur angin. Aku yang lagi nemenin Ashar makan siang di TIM terpaksa berhujan-hujanan. Pertama, keujanan waktu dari payung ke mobilnya. Padahal tadinya mau disamperin pake payung, tapi ah kelamaan. Basah dikit masi oke lah. Yang bikin agak worry siyh, sakit kepala kalo abis keujanan. Part deux, ribeud pas turun dari mobil pasti keujanan. Dan ketakutanku terjadi juga. Walaupun udah dipinjemin payung mas Panji, tetep aja hujan membasahi tubuhku disertai hembusan angin yang bikin basahnya makin parah. Kuyup lah seluruh celanaku. Dingin….. Plus agak-agak pusing.

Nah ini dia bagian yang dinanti. Jam 3 sore, niatnya mau telpon ke narasumber daripada bete di depan komputer. Masuklah aku ke akuarium besar yang multifungsi, bisa jadi wartel, ruang meeting, tempat nongkrong, dan mungkin bisa jadi pantry bahkan dapur sekaligus hihihihi. Dengan langkah pasti, aku jalan menuju seonggok telepon yang ada di pojokan ruangan. Tanpa ba bi bu, dengan sok coolnya nyamperin telepon yang udah ngejogrok di situ dari kapan tau. Dan tiba-tiba…. Iya… Tiba-tiba saudara-saudaraku sekalian, aku terpeleset dan jatoh…. Betul sekali, seorang Atta jatoh terpeleset di ruang meeting. Sialnya, kalo aku jatoh tanpa ada yang tahu sih fine-fine ajah. Tapi sial emang, mas Edoy bin Eddy Nurmansyah si tukang jualan iklan ngeliat aku jatoh. Sontak dia ketawa, dan berkoar ke seluruh kantor kalo aku jatoh… Siallll!!!! Nano-nano banget dah rasanya. Kalo lagi ngrasain mulut yang hambar, silakan rasakan apa yang aku rasakan. Nano-nano enak rasanya pasti. Campuran antara sekilo sakit di pantat, lima kilogram sakit pinggang, dan satu ton rasa malu. Benar saudara-saudara. Itu memang yang aku rasakan. Untuk mengalihkan rasa malu, aku bangun dengan siap siaga dan kembali berduaan dengan telepon sesuai rencana semula.

Ternyata malah Ashar nyamperin (yang menyebalkannya dia dateng dengan nahan ketawa, sialan!), dengan gaya sok coolnya aku berlagak kaya nothing happen ajah. I’m Oke (tapi sambil megangin pantat)!! Gaya beut kan gw, udah tau sakit tapi pengen keliatan tetep coolllll!!!! Yah sudah, demi menghilangkan rasa malu, abis telpon aku samperin aja mas Edoy sekaligus mengumpat ‘Lo tau kalo licin ya mas? Kok gak ngasi tau sih? Sakit tau? (Sambil mengelus-elus pantatku yang tinggal separo hehehe). Efeknya, otak jadi agak kocak niy, kepala jadi rada-rada fly. Tapi bagus juga siyh, gara-gara itu aku jadi  ketawa ngakak inget ketololanku hari ini. ‘Jatoh dengan indahnya di akuarium’. Thx for myself, karena diriku sendiri yang pada akhirnya bikin aku ketawa ngakak. Semoga ini terakhir kalinya aku jatoh [dalam arti harafiah] bukan demi bisa tertawa. Aminnnnnn… :D. Dan sekarang yang tersisa, sakit kepala sekaligus sakit pantat ini. Sakit-sakit pantat ini (dinyanyikan dengan nada C-bo’ xixixixi). Jadi inget, kapan ya terakhir kali aku jatuh. Dan kali ini yang berhasil bikin aku terbahak atas ketololanku sendiri. Sekali lagi, terimakasih!!!! 😉