Toyota Astra Motor (TAM) Akan Tumbuh 200.000 Unit di 2010

Sektor otomotif kini boleh tersenyum lega. Membaiknya perekonomian dunia dan nasional, secara otomatis akan mendongkrak daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang terus meningkat, tentunya memberikan peluang bagi industri otomotif untuk terjadinya peningkatan penjualan. Lalu, bagaimanakah dengan target dan proyeksi PT Toyota Astra Motor di tahun Macan ini. Johny Darmawan, chief executive officer PT Toyota Astra Motor (TAM) berbagi prediksi sektor otomotif dan TAM kepada Marthapuri Dwi Utari pada Jumat (31/12) via ponselnya. Berikut nukilannya:

Bagaimana prediksi perekonomian nasional di tahun 2010?

Kalau prediksi di tahun 2010, saya rasa kita gak ada apa-apa ya. Sekarang hanya pada masalahnya, kalau kita melihat perekonomian kita kan sudah meningkat, di tahun 2009 ekonomi kita masih bertumbuh positif. Di tahun 2010, mestinya kan logikanya kan positif. Tapi kan masih ada faktor-faktor yang tidak bisa diduga seperti faktor politik, faktor regulasi atau peraturan-peraturan. Akan tetapi kalau melihat pada faktor politik tidak ada perubahan atau stabil, kayaknya sih tahun 2010 akan meningkat.

Bagaimana dengan TAM sendiri?

Dengan kondisi politik yang stabil, dan kita berasumsi tidak terjadi masalah apa-apa, ekspektasi pasar akan bertumbuh 550.000 atau 15 persen dari tahun 2009. tahun ini kan penjualan ditutup di angka 485.000. Jadi, kita berekspektasi tahun 2010 akan bertumbuh 15% atau 550.000 itu total market ya. Kalau untuk TAM sendiri, bertumbuh sekitar 36 persennya, atau kita expect akan bertumbuh sekitar 190-200 ribuan.

Produk andalan di tahun 2010?

Kijang (Innova) dan Avanza. Targetnya Avanza akan berkontribusi hingga 40%-50% dengan ekspektasi pertumbuhan TAM 200.000 maka kontribusinya sekitar 80.000-100.000 unit. Sedangkan kijang Innova kontribusinya 20%-30% atau sekitar 60.000-90.000 unit.

Sumber pertumbuhannya dari mana saja?

Ya kan kita lihat sendiri ya, ada empat faktor utama. Yang pertama pertumbuhan ekonomi kian membaik ya. Lalu faktor yang kedua, inflasi cenderung sudah stabil. Faktor ketiga, IDX (pasar modal) stabil, dan faktor keempat harga komoditi yang meningkat. Daya beli masyarakat membaik. Ya paling gampang, interest rate naik gak? Gak kan, cenderung stabil. Inflasi bagus, sektor riil juga bergerak bagus. Sekarang tinggal masalahnya mengenai masuknya investasi asing. Karena selama ini penggerak perekonomian Indonesia masih dari domestik kan. Jadi, kalau investasi asing masuk ke Indonesia, perekonomian kian bergerak kan. Dan itu (investasi asing) adalah salah satu faktor agar terjadi pergerakan ekonomi di Indonesia.

Strategi yang dilakukan TAM agar mencapai target di tahun 2010?

Strategi kita tetap, meningkatkan penjualan. Strategi kita bagaimana kita memberikan pelayanan atau service yang terbaik baik dari produknya, dari pelayanan hingga purna jualnya, meningkatkan strategi pemasaran seperti misalnya adanya campaign, adanya produk-produk baru, exhibition.

Advertisements

Industri Otomotif Optimis bertumbuh di atas 15% di 2010

Sektor otomotif sempat mengalami kontraksi saat resesi global melanda. Kini, dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kian menunjukkan angka yang positif membuat sektor ini akan kembali bergairah di tahun 2010.

Masa-masa berat resesi global telah terlampaui. Indonesia masih bisa menunjukkan taring ditengah dunia. Indonesia masih bertumbuh secara positif, padahal beberapa negara maju menunjukkan pertumbuhan yang negatif. Purbaya Yudhi Sadewa, pengamat ekonomi dari Danareksa Research Institute berani mematok angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% di tahun 2010. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat laju inflasi yang cukup terkendali dan suku bunga yang relatif stabil di level yang sangat rendah (BI Rate:6,5%) dengan demikian sektor riil akan bergerak dinamis. Efeknya kemampuan dan daya beli masyarakat akan meningkat.

Sektor otomotif yang tahun lalu terkena dampak negatif akibat resesi global kini mulai bersiap untuk berekspansi. Berdasarkan data Gaikindo, tahun 2009 penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil diprediksi akan ditutup di angka 475.000 unit. Bambang Trisulo, ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengungkapkan industri otomotif akan bertumbuh sekitar 16% atau penjualan mobil mencapai 560.000 unit. Bahkan Bambang berani pasang target paling agresif bisa mencapai 600.000 unit. “Dengan catatan tidak akan terjadi riot atau dengan kondisi politik yang relatif stabil,” imbuhnya. Bambang pun mengungkapkan hal yang sama seperti Yudhi. Bahwa suku bunga yang relatif stabil, dan pertumbuhan nasional di angka 5,6% akan berpengaruh positif terhadap daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang mulai pulih secara otomatis akan berefek pada akses pembelian kendaraan bermotor. Pasar ekspor masih menarik bagi industri otomotif nasional. Di tahun 2010, untuk ekspor CBU (completely built up) akan mencapai 100.000 unit dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 55.000 unit. Angka ini sama dengan angka ekspor penjualan mobil di tahun 2008 silam.

Sementara itu, Johny Darmawan, chief executive officer PT Toyota Astra Motor (TAM) memprediksi industri otomotif akan bertumbuh 15% atau mencapai 550.000 unit mobil untuk total marketnya di tahun 2010. “Kalau untuk TAM sendiri, bertumbuh sekitar 36 persen dari total market, atau kita expect akan bertumbuh sekitar 190-200 ribuan,” terang Johny.  Dari angka penjualan TAM tahun 2010, Johny pun kembali mengandalkan Kijang Innova dan Avanza sebagai motor penggerak pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, Avanza akan berkontribusi hingga 40%-50% dengan ekspektasi pertumbuhan TAM 200.000 maka kontribusinya sekitar 80.000-100.000 unit. Sedangkan kijang Innova kontribusinya 20%-30% atau sekitar 60.000-90.000 unit. Menurut data GAIKINDO, selama Januari-November 2009, Avanza telah terjual 90.264 unit.

Sejalan dengan ekspektasi Johny yang menjagokan mobil berjenis MPV (multipurpose vehicle) atau multifungsi di tahun Macan, Freddy Sutrisno, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyatakan mobil multifungsi atau multi purpose vehicle (MPV) tetap akan menjadi mobil terlaris seperti tahun ini. “Konsumen Indonesia ini unik, hampir semua orang membeli mobil yang kapasitas penumpangnya besar, namun tetap irit,” kata Freddy. Karenanya, MPV yang laris adalah yang harganya antara Rp 101 juta sampai Rp 200 juta.

Sementara untuk industri motor, Purbaya Yudhi Sadewa, pengamat ekonomi dari Danareksa Research Institute menyatakan akan tumbuh sangat agresif tahun ini. “Tumbuh mencapai angka 27%,” ujar Yudhi. Dari data perkiraan yang dikeluarkan oleh Danareksa Research Institute, pasar motor akan berkembang dari penjualan sebesar 5,7 juta unit motor menjadi 7,2 juta unit di tahun 2010.

Tetap Setia dengan Trademark Esia

Meskipun kondisi perekonomian kian membaik tak demikian dengan industry telekomunikasi. Penetrasi pasar yang hampir mendekati titik penuh, membuat industri telekomunikasi bergerak melambat. Menurut riset Lembaga Frost & Sullivan seperti dilansir media cetak nasional memperkirakan di tahun 2009 jumlah pelanggan seluler di Indonesia akan mencapai 183,27 juta nomor, dengan tingkat penetrasi mencapai 76,3%. Erik Meijer, wakil direktur utama PT Bakrie Telecom Tbk. mengungkapkan pertumbuhan industri telekomunikasi tak akan jauh berbeda dengan tahun 2009. Kepada Marthapuri Dwi Utari melalui telepon selulernya pada Rabu (30/12), Erik Meijer berbagi tentang proyeksi dan target PT Bakrie Telecom Tbk. tahun 2010. Petikannya:

Bagaimana dengan proyeksi industri telekomunikasi di tahun 2010?

Kalau ekonomi menurut saya tergantung pada kejadian-kejadian yang ada di Indonesia, kalau secara global saya rasa akan lebih baik ya dari tahun ini. Cuma di Indonesia itu kan tergantung pada kasus-kasus yang sedang ramai dibicarakan dan suatu saat bisa saja meledak. Jadi situasi ekonomi bisa terpengaruh. Kalau untuk industri telekomunikasi, tinggal melanjutkan yang sudah dicapai tahun ini ya. Tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini kelihatannya. Kalau kita lihat ya memang pertumbuhannya, penetrasi pasarnya sudah cukup besar mendekati 150 juta nomor aktif dengan populasi yang 250 juta, mestinya sih akan menjadi lebih sulit pertumbuhannya dibandingkan tahun sebelumnya. Secara matematika, kalau persentase makin besar, maka sisanya kan persentasenya makin kecil. Cuman kalau orang yang bisa membutuhkan telekomunikasi, artinya satu nomor utama kan sebagian besar atau rata-rata sudah punya. Pertumbuhannya tetap akan ada, tetap akan maju industri ini. Tapi mungkin dibanding tahun ini tidak akan ada eksposure-eksposure seperti di tahun 2009.

Bagaimana dengan proyeksi dan target Bakrie Telecom sendiri di tahun 2010?

Saya melihat kalau pertumbuhan yang akan datang, kita tetap akan berfokus pada orang-orang yang tidak memiliki sarana telekomunikasi karena tidak sanggup, pasar yang berikutnya adalah berarti pasarnya Bakrie Telecom dimana kita terkenal dengan telekomunikasi yang murah. Dan kira-kira kita akan bertumbuh di atas 30%. Untuk target sampai akhir tahun 2009 ini, kita punya pelanggan 10,5 juta pelanggan. Target untuk tahun depan sampai 14 juta pelanggan. Jadi, antara 30-40%.

Strateginya apa saja yang akan dilakukan oleh Bakrie Telecom?

Ya kita tetap akan menghadirkan inovasi-inovasi yang sudah menjadi trademark Bakrie Telecom ya, memberikan pelayanan ke pelanggan dengan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau.

Berapakah belanja modal (CAPEX) yang telah dianggarkan?

Sekitar US$200 juta untuk peningkatan kapasitas jaringan. Sedang dihitung penambahan BTS. Sekarang kita ada 3500 BTS, tahun depan bisa menambah lebih dari itu. tapi kalau kita proyeksi akan bertumbuh 40%, maka saya kira akan bertambah banyak, pasti bisa ribuan untuk bertambah.

Prediksi Industri Telekomunikasi: Masih Akan Tumbuh di 2010

Komunikasi adalah satu hal yang tidak bisa dihindarkan di era hi-tech seperti saat sekarang ini. Tanpa peduli kondisi krisis maupun tidak, industri telekomunikasi sepertinya masih berpeluang untuk tumbuh agresif.

Tahun 2010 memang penuh optimisme. Melihat resesi global yang perlahan telah pulih, para ekonom yakin bahwa di tahun Macan, berbagai bisnis akan kembali bergairah. Bahkan Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom Danareksa Research Institute memprediksi ekonomi Indonesia akan bertumbuh di level 6%. Industri telekomunikasi pun akan terus bertumbuh. Berdasarkan prediksi sektoral yang dilakukan oleh Danareksa Research Institute menyebutkan industri telko ini akan bertumbuh hingga 36,2% atau akan mencapai 244,2 juta pelanggan seluler. Angka ini meningkat dari tahun 2009 yang sebesar 179,3 juta pelanggan. Sedangkan pengguna telepon fixed line akan mengalami peningkatan hingga 23,4% atau sebesar 31,3 juta pelanggan.

Keadaan perekonomian yang terus menunjukkan perbaikan dan kinerja yang positif membuat belanja masyarakat ikut terdongkrak. Termasuk konsumsi akan kebutuhan telekomunikasi. Menurut riset Lembaga Frost & Sullivan seperti dilansir media cetak nasional memperkirakan di tahun 2009 jumlah pelanggan seluler di Indonesia akan mencapai 183,27 juta nomor, dengan tingkat penetrasi mencapai 76,3%. Dengan asumsi, jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa, maka masih ada 66 juta orang pelanggan yang belum tergarap. Dan ini merupakan potensi bagi operator seluler yang bergerak di nomor utama. Namun, tak demikian bagi Erik Meijer, wakil direktur utama PT Bakrie Telecom Tbk. yang menyebut dengan penetrasi pasar yang sudah mendekati 150 juta nomor aktif dengan populasi sebesar 250 juta, mestinya akan menjadi lebih sulit pertumbuhannya dibandingkan tahun sebelumnya. “Pertumbuhannya tetap akan ada, tetap akan maju industri ini. Tapi mungkin dibanding tahun ini tidak akan ada eksposure-eksposure seperti di tahun 2009 atau pertumbuhannya akan melambat,” kata Erik.

Meski demikian, Erik masih tetap optimis Bakrie Telecom akan bertumbuh 30-40% di tahun 2010. Hal ini tak lain karena masih terbuka lebarnya pasar yang digarap oleh Bakrie adalah segmen menengah bawah yang membutuhkan telekomunikasi. Dan Bakrie pun tetap konsisten dengan trademark-nya yaitu telekomunikasi murah. Erik berani memasang target untuk tahun depan bakal menggaet hingga 14 juta pelanggan dari tahun sebelumnya yang baru mencapai 10,5 juta pelanggan. Bakrie pun siap menggelontorkan belanja modal (CAPEX) sebesar US$200 juta yang akan dipergunakan untuk peningkatan kapasitas jaringan. “Sedang dihitung penambahan BTS. Sekarang kita ada 3500 BTS, tahun depan bisa menambah lebih dari itu. tapi kalau kita proyeksi akan bertumbuh 40%, maka saya kira akan bertambah banyak, pasti bisa ribuan untuk bertambah,” imbuhnya.

Namun demikian, Bambang P.S. Brodjonegoro, direktur Islamic Research and Training Institute – Islamic Development Bank (IDB) optimis bahwa seiring dengna membaiknya pendapatan rata-rata masyarakat dan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%, industri telekomunikasi akan bertumbuh cukup kuat di tahun 2010.

Allianz Life Indonesia : Target Pendapatan Premi di Atas Rp3 Triliun

Tahun 2010 telah tiba. Masyarakat boleh optimis terhadap situasi ekonomi di tahun Macan ini. Krisis ekonomi global yang sudah memulih tentunya memicu pertumbuhan ekonomi yang positif. Demikian juga dengan industri asuransi di Indonesia yang cukup optimis dalam menghadapi tahun 2010. Allianz Life Indonesia juga optimis dengan memprediksi pertumbuhan bisnisnya diatas 20% dengan target pendapatan premi sebesar Rp3,6 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Jens Reisch, presiden direktur PT Allianz Life Indonesia kepada Marthapuri Dwi Utari pada Senin (28/12) di kantor pusat Allianz Life di kawasan Sudirman. Berikut petikannya:

Bagaimanakah prospek industri asuransi sekaligus target Allianz Life di tahun 2010?

Kalau saya lihat seluruh industri selama tiga tahun belakangan, rata-rata bertumbuh hingga 15% ya. Kalau Allianz selama tiga tahun belakangan naiknya hingga 51% dari premi total. Saya yakin ini satu target dan inspirasi kita di Allianz harus naikkan di atas pasar asuransi. Saya rasa di tahun 2010 prediksi saya untuk asuransi jiwa akan tumbuh antara 10-20% dan cukup optimis dengan motor utamanya unit linked. Dan saya lihat untuk Allianz akan bertumbuh sekitar 20% atau diatasnya, yang paling penting ini menjadi target Allianz Grup di seluruh dunia untuk bertumbuh di atas rata-rata pasar. Di sisi pendapatan premi, saya lihat tiga tahun lalu kita masih Rp800 miliar, tahun ini mungkin pendapatan preminya mencapai di atas Rp3 triliun. Kalau kita akan bertumbuh katakanlah 20% maka target pendapatan preminya sekitar Rp3,6 triliun hingga Rp3,8 triliun. Mudah-mudahan bisa tercapai.

Prioritas utama di Allianz Life apa?

Kalau dilihat dari komposisi pasarnya, mungkin dari seluruh premi di asuransi jiwa 50% dari unit linked.  Mungkin lima tahun lalu porsinya masih 15% ya, kalau sekarang saya lihat motor pasar asuransi jiwa adalah unit linked. Di Allianz mungkin lebih ekstrim lagi. dari seluruh portofolio atau polis baru, 95% sudah dari unit linked, 5% dari produk tradisional. Saya lihat ini fenomena cukup besar. Tetapi di tahun 2007, itu sangat khusus dimana Amerika bersinar, banyak investasi, banyak inovasi dan kreativitas produk. Tahun 2008 dan 2009, lebih dingin di industry dan Allianz juga, tetapi yang terpenting adalah portofolio jangan sampai turun. Yang saya lihat kenapa lebih yakin di tahun 2010, dengan turunnya deposito rate mau tidak mau masyarakat mencari alternatif-alternatif baru berinvestasi. Dan saya yakin produk unit linked dan reksa dana menjadi salah satu alternatif investasi karena return dari unit linked lebih baik daripada deposito rate ya.

Produk apakah yang akan menjadi andalan Allianz Life di tahun 2010?

Allianz kita ada multi distribution dan multi product strateginya. Walaupun ini bukan produk baru dan sudah ada sejak beberapa tahun lalu, tapi alasan mengapa Allianz bisa naik diatas rata-rata pasar adalah kita sudah established dengan multi distribution, artinya banyak cara nasabah untuk mengakses Allianz. Bisa melalui agen, bank, internet, maupun telemarketing. Begitu pula dengan produknya ada produk tradisional, unit linked, produk syariah. Portofolio Allianz juga lengkap, ada asuransi kesehatan, asuransi kelompok, dan Allianz masuk ke semua lini bisnis asuransi. Tiga tahun yang lalu hingga sekarang growth dari agency, dari delapan ribu agency kini berkembang hingga 13.000 agen, kantor agensi ada 44 di seluruh kota dari Aceh sampai Sorong, untuk banccasurance Allianz juga bekerjasama dengan beberapa bank besar diantaranya Danamon, HSBC, Standard Chartered. Dan saya yakin distribution power menjadi lebih kuat. Satu konsep ini mengapa Allianz bertumbuh lebih cepat daripada pasar karena strategi multidistribution dan multiproduk.

Berapakah belanja modal Allianz Life tahun 2010?

Di atas Rp300 miliar, sudah sangat baik sekali. Dan sekarang sudah tidak lagi mendapatkan kucuran dana darimanapun. Kapitalisasi kita cukup bagus. Kita akan tambah agen dari 13.000 menjadi 17.000 agen. Platform infrastruktur untuk call center. Untuk tahun depan kita juga akan me-maintenance posisi pasar kita.

Prediksi Industri Asuransi 2010: Produk Unit Linked Kembali Bersinar

Suku bunga deposito yang menurun tak lagi menarik sebagai instrument investasi bagi masyarakat. Produk unit linked malah diprediksi menjadi alternative investasi yang jauh lebih menjanjikan daripada deposito.


Tahun 2010 akhirnya tiba juga. Para pelaku ekonomi kini sedikit bisa bernafas lega. Bagaimana tidak? Setelah dua tahun belakangan diombang-ambing akibat krisis ekonomi global, dan berefek pada kinerja perusahaan. Nah ketika, beberapa industri sempat terpuruk akibat krisis, industri asuransi justru diuntungkan dengan adanya krisis. Pasalnya, masyarakat membutuhkan proteksi yang didapatkan dari asuransi.

Maikel Sajangbati, founder Certified Wealth Managers Association (CWMA) mengungkapkan dengan target pertumbuhan GDP 5,5% akan menciptakan peluangekspansi bisnis di semua sektor termasuk di industri asuransi. “Secara umum industry asuransi akan tumbuh 20%, dengan pertumbuhan asuransi jiwa sebesar 25-30%,” jelas Maikel. Dengan situasi perekonomian nasional yang makin membaik, daya beli masyarakat kian tinggi maka kesadaran untuk berasuransi kian tinggi dan asuransi umum pun akan bertumbuh.

Kondisi perekonomian yang sudah mulai stabil juga disebut oleh Evelina J. Pietruschka, ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong pendapatan premi asuransi jiwa bertumbuh hingga 30% di tahun 2010. “Seiring dengan perbaikan di sektor perekonomian dan pasar modal itu memberikan gambaran yang positif untuk pertumbuhan asuransi jiwa tahun depan,” ujar Evelina seperti dilansir dalam media online nasional.

Jens Reisch, presiden direktur Allianz Life Indonesia ini pun optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnisnya. “Untuk pasar asuransi jiwa akan bertumbuh 10 hingga 20%. Sementara di Allianz Life akan bertumbuh 20% bahkan lebih,” kata Jens. Jens pun optimis akan meraih pendapatan premi sebesar Rp3,6 triliun di tahun 2010. Produk unit linked disebut akan menjadi motor penggerak tumbuhnya industri asuransi. Bila tahun lalu terjadi kecenderungan produk unit linked yang meredup dibandingkan produk konvensional, maka tahun ini kebalikannya. “Unit linked akan menjadi motor penggerak,” tambah Jens. Bahkan Allianz Life Indonesia berani mematok komposisi 95% didominasi oleh produk unit linked dan sisanya dari produk tradisional.

Sejalan dengan pernyataan Jens, Maikel pun menyebut unit linked bisa bertumbuh hingga 60%. Menurutnya ada beberapa faktor yang mebuat unit linked ini kembali bergairah. Turunnya suku bunga deposito membuat masyarakat tak lagi tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk deposito. “Saat ini trennya masyarakat makin suka terhadap sesuatu yang sifatnya transparan ditambah dengan situasi pasar modal yang mulai bergairah. Sementara, produk unit linked itu kan investasinya kan disesuaikan dengan individunya,” jelas Maikel. Unit linked bisa memberikan return yang lebih baik dibanding suku bunga deposito saat ini. Faktor inilah yang menyebabkan produk unit linked kembali digandrungi oleh masyarakat.

Sementara itu, untuk asuransi umum Jens Reisch menyatakan Allianz Utama menargetkan pertumbuhan di tahun 2010 sebesar 15% atau membukukan pendapatan premi di atas Rp1 triliun. “Tantangan untuk asuransi umum adalah menaikkan rasio klaim dan klaim manajemen, utamanya adalah bagaimana mengelola manajemen resiko,” kata Jens. Sedangkan Kornellius Simanjuntak, ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia dalam sebuah media online nasional menyatakan pendapatan premi industri asuransi diproyeksikan mencapai Rp44,01 triliun atau meningkat sekitar 20% di tahun 2010. Marthapuri Dwi Utari